This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Cara tahu posisi domain di serp Google

 Cara mengetahui posisi Blog di Google sangatlah mudah.

Dalam menelusuri hasil pencarian di google, posisi artikel yang kita cari terkadang mengalami perbedaan pada setiap hasil serpnya, terutama yang sering terjadi jika kita mengikuti kontes SEO. Saya sendiri juga pernah mengalaminya. Dulu waktu itu saya sedang coba-coba mengikuti kontes seo (tapi bukan menggunakan blog ini), alangkah senangnya saya ketika itu karena artikelku berada di halaman 1 hasil pencarian di google. Tapi setelah saya cek di tools google search engine result page checker (tool dari website penyedia hasil pencarian google) ternyata hasilnya berbeda, artikelku berada di halaman belakang serp (bukan halaman belakang rumah mrgreen) tepatnya kalau tidak salah berada di halaman 2. Sentak ketika itu saya kaget mengapa hasilnya tidak sesuai dengan yang saya cari di google search?

 Akhirnya setelah di selidiki ternyata saya lupa logout di google biggrin dan lupa menghapus history pencarianku yang terekam oleh mesin pencari google. Akhirnya saya hapus semua history jelajahku di google kemudian logout dan tak lupa juga saya clear history di web browserku beserta cookie dan chachenya. Setelah di bersihkan semuanya kemudian saya kembali mencari keyword yang di lombakan, dan ternyata hasilnya kurang lebih sama yang tertera pada tools itu. Fakor perbedaan browser yang kita gunakan juga mempengaruhi dan memberikan hasil yang berbeda pula pada setiap hasil serp.

Sekarang saya dengar-dengar dan pernah baca di salah satu blog katanya google telah mengubah privasinya, salah satunya yakni jika kita melakukan pencarian pada mesin pencari google dengan browser pada komputer yang kita miliki (ip computer), bot google akan merekamnya dan menjelajahinya walaupun kita dalam posisi logout dari google sekalipun?. Jika demikian, hal ini tentunya akan mempersulit kita terutama dalam konteks seo, karena kita tentu mencari dengan keyword tertentu yang mana tiap hari kita mengeceknya tentang posisi artikel kita di serp. Nah untuk mengakali hal ini, ada baiknya sobat menggunakan tools yang menyediakan search engine result page (SERP) google. Untuk anda yang ingin mengetahui posisi artikel blognya, ada beberapa tools yang patut kamu coba. Diantaranya : http://www.sitemapdoc.com/serp-rank.aspx
Cek posisi artikel blog kamu di tools tersebut, jangan lupa pilih domainnya (regional).
Semoga artikel tentang SEO google ini bermanfaat .

Anti Virus Palsu

Salah satu ancaman keamanan di internet adalah program antivirus palsu. Program jahat ini ternyata cukup panjang umur dan banyak jenisnya.

Adi Saputra, analis antivirus dari Vaksincom, memaparkan bahwa program antivirus palsu adalah jawara ancaman internet yang terus bertahan untuk waktu yang cukup lama.

Sejak 2008, tuturnya, ada lebih dari 300 jenis antivirus palsu. "Jika masing-masing memiliki 10 varian, maka ada lebih dari 3.000 rogue antivirus yang aktif menyebar di internet," tulisnya dalam keterangan yang diterima Kompas.com.

Salah satu yang menarik perhatian Vaksincom adalah Trojan.FakeAV.MJR yang menurut Adi sempat tidak terdeteksi program antivirus pada awal-awal kemunculannya di akhir Maret 2012.

Trojan.FakeAV.MJR menggunakan nama Windows Software Saver untuk mengelabui pengguna. Ia seakan-akan sebuah software yang berguna, padahal menyimpan bahaya di belakangnya.

Program ini menyebar melalui email dalam bentuk link ke alamat web (URL) tertentu. Jika alamat itu dibuka, pengguna akan diminta mengunduh sang program jahat.

Link tersebut akan menampilkan sebuah situs yang sekilas mirip Windows Explorer. Hanya saja, tampilannya akan disertai peringatan akan adanya infeksi virus di komputer pengguna.

Dampak Trojan.FakeAV.MJR


Korban yang tertipu dan mengunduh file antivirus palsu itu akan mengalami beberapa hal berikut ini:
  • Muncul shortcut dan icon antivirus palsu di desktop serta Start Menu.
  • Jika dieksekusi, akan muncul program yang secara tampilan mirip dengan program antivirus biasa.
  • Muncul juga notifikasi di Taskbar yang mengelabui pengguna dengan mengatakan ada berbagai virus dalam komputernya.
  • Menampilkan jendela yang seakan-akan sebuah program antivirus sedang melakukan pemindaian (virus scan).
  • Menampilkan pesan palsu bahwa Firewall dari program itu telah memblokir virus dan mencegah masuknya orang jahat.
  • Memunculkan informasi bahwa Antispam program itu telah memblokir masuknya Spam ke email pengguna.
  • Menampilkan info palsu bahwa Link Checker dari program itu telah mencegah link yang bersifat ilegal.
  • Mengalihkan aplikasi Task Manager dengan membuka aplikasi yang memunculkan menu task manager
  • Mengalihkan aplikasi Regedit dengan membuka aplikasi yang memunculkan menu startup
  • Mengalihkan semua fungsi aplikasi Windows dan semua aplikasi Security sehingga tidak berjalan
  • Mematikan fungsi UAC (User Account Control) pada Windows
  • Melakukan koneksi ke Remote Server untuk mengunduh program jahat lainnya.
  • Memberikan informasi untuk melakukan pembayaran online untuk mengaktifkan program yang masih versi percobaan

Adi berpesan agar pengguna berhati-hati saat menghadapi link yang ada di dalam email, meskipun pengirim pesan adalah orang yang dikenal.

Untuk membersihkan komputer yang sudah terlanjut terinfeksi Trojan.FakeAV.MJR tadi, Adi menyarankan pengguna memakai G Data Boot CD yang dapat diunduh lewat IndoWebster. 

Orang nomor satu Google Indonesia

Saat meresmikan kehadirannya di Indonesia, Google juga mengumumkan penunjukan Rudy Ramawy sebagai Country Head Indonesia pada Jumat (30/3/2012) di Jakarta.

"Pembicaraan dengan Google cukup panjang, sekitar satu tahun. Tapi secara resmi saya mulai masuk tim Google Indonesia pada Januari 2012. Hari ini, saya resmi menjabat sebagai Country Head," jelas Rudy dalam jumpa pers di Gedung Cyber 2, Jakarta.

Rudy Ramawy akan memimpin Google Indonesia untuk lebih mendekatkan diri kepada pengguna, mitra kerja, dan para stakeholder di Indonesia.

Tentang Rudy Ramawy
Rudy mendapat gelar sarjana di bidang Teknik Kimia dari University of California, Barkeley. Ia memulai karier di Procter and Gamble tahun 1994.

Pada tahun 1997, Rudy menjadi Direktur Sales and Marketing Sony Music Entertainment Indonesia. Tahun 1999, ia direkrut menjadi Managing Director untuk Warner Music Malaysia yang berkantor di Kuala Lumpur.

Rudy kembali ke Indonesia pada tahun 2003 dan bergabung kembali dengan Sony Music Entertainment Indonesia sebagai President Director dan sekaligus sebagai Regional Marketing Director untuk Asia Tenggara.

Tahun 2005, Rudy bergabung dengan Nantrindo Telepon Seluler (pemilik operator seluler Axis) sebagai Direktur dan Chief Marketing Officer.

Sebelum bergabung dengan Google, Rudy menjabat sebagai Direktur Programming dan Production RCTI.


Sumber : kompas.com

Waspadai "Internet Mati" Setelah 9 Juli

Bukan menakut-nakuti, ada kemungkinan akses internet akan terganggu setelah 9 Juli 2012. Di Australia, peringatan diberikan pada 10.000 pengguna.

Peringatan itu disampaikan oleh otoritas setempat, Australian Communications and Media Authority (ACMA) seperti dikutip oleh Sydney Morning Herald.

Meski peringatan ACMA adalah untuk Australia, diduga penyebab gangguan tersebut juga bisa dialami oleh pengguna internet lain di dunia.

Penyebab gangguan itu adalah program jahat berjulukan DNSChanger yang saat ini diperkirakan menelan korban hingga 4 juta komputer di seluruh dunia.

Mengapa bisa menyebabkan gangguan akses internet? DNSChanger mengubah pengaturan Domain Name Server (DNS) pada komputer pengguna. Semua akses korban akan dialihkan ke server web tertentu secara diam-diam.

Saat ini biro penyelidikan Amerika Serikat (FBI) sudah menyita server yang dimaksud dan menyediakan solusi sementara. Sehingga, bisa dikatakan, korban DNSChanger tak akan terjebak ke situs berbahaya.

Nah, rencananya, paling cepat pada 9 Juli 2012 FBI akan mematikan solusi sementara tersebut. Ini artinya, korban DNSChanger akan kehilangan akses ke server tersebut.

ACMA bekerjasama dengan pemerintah Australia, membuat website beralamat dns-ok.gov.auyang bisa digunakan pengguna untuk melihat apakah komputernya menjadi korban DNSChanger.

Meski Anda tidak di Australia, situs dns-ok.gov.au tetap bisa digunakan untuk memeriksa apakah komputer yang digunakan menjadi korban DNSChanger atau tidak.

Bruce Matthews, manajer divisi keamanan di ACMA mengatakan bahwa sejak November 2011, sebanyak 10 ribu pengguna internet Australia telah terinfeksi DNSChanger.

Paul Ducklin, dari Sophos Australia mengatakan, ada kemungkinan pengguna yang sudah tidak terinfeksi DNSChanger masih akan mengalami masalah karena pengaturan DNS-nya telah diubah oleh program jahat itu.

"Meskipun program antivirus Anda telah menjamin komputer Anda sehat, tetap ada kemungkinan efek samping program jahat itu masih tersisa," kata Ducklin.
 sumber : kompas.com